“Tour de EnTeTe bukan sekedar lomba sepeda, tetapi pesta rakyat yang memadukan olahraga, budaya, dan penggerak ekonomi daerah. Event ini menunjukkan bahwa NTT mampu menggelar agenda internasional dari kekuatan daerah sendiri,” tegas Gubernur Melki.
Gubernur Melki menekankan,
Setiap titik start dan finish akan dimeriahkan berbagai acara, termasuk perlombaan bagi masyarakat, gala dinner untuk peserta dan tamu, pentas seni budaya, serta bazar UMKM.
Sekolah-sekolah sepanjang rute juga akan berpartisipasi, memberi semangat kepada pembalap dan menciptakan suasana meriah serta antusias di seluruh NTT.
CEO Jelajah Sport, Jannes Eudes Wawa, menyebut event ini diikuti 16 tim kontinental dari 13 negara, termasuk Filipina, Prancis, dan Iran. Meski belum masuk kalender resmi UCI, peserta tetap antusias karena pesona alam dan budaya NTT. Tahun depan, event ini ditargetkan masuk kalender UCI.
Pelatih Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo, menilai Tour de EnTeTe sebagai ajang pemanasan ideal jelang SEA Games 2025 di Thailand, sekaligus momentum sejarah bagi dunia balap sepeda Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












