FGD Internalisasi Pancasila di NTT: Senator Abraham Liyanto Soroti Tata Kelola Pemerintahan dan Kesenjangan Pembangunan

file 000000000a6071fa98c98be19b405fd3

Ia mengingatkan bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi digital berpotensi menggerus pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa jika tidak diimbangi dengan pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan.

Karena itu, Abraham mendorong agar penguatan nilai-nilai Pancasila kembali diintegrasikan secara lebih sistematis dalam dunia pendidikan dan berbagai program pembangunan nasional.

Sementara itu, Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI, Dr. Wachid Nugroho, mengatakan hasil FGD tersebut akan menjadi bahan penting bagi Badan Sosialisasi MPR RI dalam memperkuat strategi pemasyarakatan Empat Pilar Kebangsaan.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah adanya kesenjangan pemahaman antar generasi, mulai dari generasi milenial, Generasi Z hingga Generasi Alpha.

“Kita harus memperkaya substansi dan metode sosialisasi. Pendekatan kepada setiap generasi tentu berbeda. Karena itu, diperlukan inovasi melalui digitalisasi, diskusi publik, hingga penyusunan buku-buku sederhana yang mudah dipahami masyarakat,” jelasnya.

Exit mobile version