“Produksi dokter nasional belum sebanding dengan pertumbuhan penduduk. NTT sebagai daerah kepulauan, perbatasan, dan tertinggal, memiliki rasio dokter yang jauh di bawah wilayah Jawa dan Bali,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masih minimnya dokter spesialis dasar—seperti spesialis anak, obgyn, penyakit dalam, dan bedah—terutama di rumah sakit tipe C dan D di berbagai kabupaten.
“Fakultas kedokteran ini kami bangun bukan semata-mata untuk Universitas Citra Bangsa, tetapi untuk masa depan Nusa Tenggara Timur,” tegas Paul Liyanto.
Senada dengan itu, Wali Kota Kupang Christian Widodo menilai kehadiran Fakultas Kedokteran UCB sebagai langkah konkret dalam membangun sumber daya manusia kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
“Ini bukan sekadar seremoni peresmian. Ini adalah pernyataan sikap—bahwa UCB siap berdiri di garis terdepan mencetak dokter-dokter berkualitas demi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa diharapkan menjadi tonggak strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan NTT, sekaligus menyalakan harapan baru agar kebutuhan tenaga medis di wilayah kepulauan ini dapat dipenuhi oleh putra-putri daerah sendiri.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












