FKM Undana siap proaktif cari solusi turunkan angka kematian ibu dan anak di kabupaten TTS

IMG 20250417 WA0003

Menurutnya hasil asesmen ini diharapkan dapat menjadi pilot project untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat didiskusikan dengan Pemerintah Daerah TTS dan DPRD TTS.

Sebelumnya, Dekan FKM juga menyampaikan materi pada Workshop Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak yang Responsif Berbasis Komunitas di Kabupaten TTS, yang dilakukan oleh Yayasan Cita Madani dan Yayasan ChildFund Internasional di Indonesia berkolaborasi dengan FKM Undana.

Prof. Apris menilai sejumlah faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak di TTS, antara lain rendahnya pengetahuan (SDM) ibu dan anak, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan, dan masalah ekonomi.

” Saya harap perlunya dukungan dari seluruh pemangku kebijakan untuk mengatasi permasalahan kompleks ini, mengingat permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja” ungkapnya.

Workshop yang berlangsung di Hotel Blessing, Soe, pada Selasa (15/4/2025), merupakan bagian dari proyek Desa SEHATI (Sehat Terpadu Indonesia) yang bertujuan membangun komitmen dan kapasitas para pemangku kepentingan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas di Kabupaten TTS.

Exit mobile version