Menurutnya hasil asesmen ini diharapkan dapat menjadi pilot project untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat didiskusikan dengan Pemerintah Daerah TTS dan DPRD TTS.
Sebelumnya, Dekan FKM juga menyampaikan materi pada Workshop Penguatan Kesehatan Ibu dan Anak yang Responsif Berbasis Komunitas di Kabupaten TTS, yang dilakukan oleh Yayasan Cita Madani dan Yayasan ChildFund Internasional di Indonesia berkolaborasi dengan FKM Undana.
Prof. Apris menilai sejumlah faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak di TTS, antara lain rendahnya pengetahuan (SDM) ibu dan anak, jarak tempuh ke fasilitas kesehatan, dan masalah ekonomi.
” Saya harap perlunya dukungan dari seluruh pemangku kebijakan untuk mengatasi permasalahan kompleks ini, mengingat permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja” ungkapnya.
Workshop yang berlangsung di Hotel Blessing, Soe, pada Selasa (15/4/2025), merupakan bagian dari proyek Desa SEHATI (Sehat Terpadu Indonesia) yang bertujuan membangun komitmen dan kapasitas para pemangku kepentingan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas di Kabupaten TTS.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
