Ia juga memberikan tiga rekomendasi:
Pemerintah pusat perlu mendesain ulang alokasi DAK/BOS yang lebih berpihak pada sekolah kecil dan wilayah 3T.
Pemerintah Provinsi NTT perlu membuat regulasi yang mendukung percepatan digitalisasi pendidikan.
Sekolah perlu fokus membangun budaya belajar guru melalui komunitas dan mentoring.
Sidang yang menghadirkan para promotor, tim penguji internal dan eksternal, berlangsung sekitar dua jam dan dinyatakan memuaskan. Johanis Asadoma resmi lulus dengan nilai A.
Dalam sambutannya, Johanis mengaku perjalanan meraih gelar doktor bukan hal mudah.
Studinya yang dimulai sejak 2019 sempat terhambat pandemi, tugas negara, dan kondisi kesehatan. Namun, tekadnya untuk terus belajar tak pernah padam.
“Gelar ini bukan hanya untuk saya atau keluarga, tetapi untuk generasi muda NTT. Saya ingin mereka melihat bahwa tak ada alasan untuk berhenti belajar, apa pun tantangannya,” ujarnya.
Dekan FISIP Undana, William Djani, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, kesuksesan Wagub Johanis membuktikan bahwa kesibukan bukanlah penghalang untuk terus menuntut ilmu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












