Abe merincikan dalam perubahan desain di titik longsor km.210 , yang awalnya desain bronjong sepanjang 55 meter, direview kembali dengan penanganan bor pile.
Sementara di STA 211, sesuai design, panjang penanganan 75 meter dan dilakukan review ulang dengan penanganan hanya sepanjang 25 meter.
” Kami sementara melengkapi data khusus di STA 211 karena tebingnya cukup curam sehingga rencana awalnya penanganannya mau dengan matras, tapi saya pikir ini akan mengganggu stabilitas tanah disitu, jadi harus ada perkuatan dinding penahan tebing disitu” kata Abe
Abe Hoty menjelaskan bahwa dengan perubahan desain dari bronjong ke Bor pile, diharapkan konstruksi penanganan longsoran akan menjadi lebih permanen, lebih kuat, dan lebih terjamin. Selain itu, diharapkan jalan akan lebih awet dan tahan terhadap potensi longsor di masa mendatang.(Tom )
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












