IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Satker PJN Wilayah 2 lakukan review Desain Penanganan longsoran Henes Motamasin dan Soe – Napan

Avatar photo
IMG20250623173518
oplus_1024

Abe merincikan dalam perubahan desain di titik longsor km.210 , yang awalnya desain bronjong sepanjang 55 meter, direview kembali dengan penanganan bor pile.

Sementara di STA 211, sesuai design, panjang penanganan 75 meter dan dilakukan review ulang dengan penanganan hanya sepanjang 25 meter.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

” Kami sementara melengkapi data khusus di STA 211 karena tebingnya cukup curam sehingga rencana awalnya penanganannya mau dengan matras, tapi saya pikir ini akan mengganggu stabilitas tanah disitu, jadi harus ada perkuatan dinding penahan tebing disitu” kata Abe

Abe Hoty menjelaskan bahwa dengan perubahan desain dari bronjong ke Bor pile, diharapkan konstruksi penanganan longsoran akan menjadi lebih permanen, lebih kuat, dan lebih terjamin. Selain itu, diharapkan jalan akan lebih awet dan tahan terhadap potensi longsor di masa mendatang.(Tom )

Baca Juga :  Rekonstruksi Jalan Taebenu: Progres 52 Persen dengan Deviasi Plus. Percepatan Terus Dilakukan