file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Progres Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Mena Capai 20 Persen, Konstruksi Saluran jauh lebih Baik, produktivitas pertanian meningkat

Avatar photo
file 0000000038fc720783c9ead566866a75

Namun, ia menilai dampak nyata pembangunan tersebut baru bisa diukur setelah pekerjaan selesai dan air benar-benar mengalir ke seluruh areal persawahan.

“Kalau sekarang kami belum bisa menggambarkan dampaknya secara keseluruhan karena pekerjaan masih berjalan. Minimal setelah selesai dan air sudah masuk ke sawah, baru bisa dilihat manfaatnya. Harapan kami tentu hasil pertanian petani bisa lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Lidia memperkirakan jaringan irigasi DI Mena memiliki potensi melayani sekitar 4.000 hektare sawah, yang terbagi masing-masing sekitar 2.000 hektare di sisi kiri dan 2.000 hektare di sisi kanan.

Masukan Soal Elevasi Saluran

Selain mendukung pelaksanaan rehabilitasi, Pemerintah Desa Oepuah Selatan juga memberikan sejumlah masukan kepada konsultan dan pelaksana pekerjaan terkait elevasi dasar saluran.

Menurut Lidia, karena sistem irigasi DI Mena mengandalkan aliran gravitasi, dasar saluran sebaiknya tidak dibuat terlalu rendah dibanding permukaan lahan sawah. Sebab, jika elevasi terus turun, dikhawatirkan air akan sulit menjangkau lahan yang berada lebih tinggi.

Baca Juga :  Progres Penanganan 8 titik Longsoran Ende-Wolowaru capai 57,08%