“Kami sudah menyampaikan kepada konsultan dan pelaksana agar dasar saluran tidak diturunkan dari konstruksi lama. Kalau bisa dinaikkan sekitar lima sampai sepuluh sentimeter akan sangat membantu. Karena di setiap titik ada bangunan terjunan sekitar 20 sentimeter, sehingga jika terus turun, di ujung jaringan perbedaannya bisa lebih dari satu meter dan air akan sulit naik ke sawah,” jelasnya.

PPK Irigasi: Distribusi Air Melalui Bangunan Bagi dan Sadap
Menanggapi hal tersebut, Yan Tampani menjelaskan bahwa posisi saluran yang terlihat lebih rendah dari lahan persawahan tidak serta merta menjadi masalah, karena sistem distribusi air pada DI Mena tidak dilakukan secara langsung dari saluran ke sawah yang berada di sampingnya.
Menurutnya, aliran air disalurkan melalui bangunan bagi dan bangunan sadap yang telah direncanakan sehingga distribusi air berlangsung secara bertahap dari hulu hingga hilir.
“Air diambil melalui pintu-pintu pembagi dan bangunan sadap. Jadi bukan berarti saluran yang melewati suatu lokasi langsung melayani sawah di sampingnya. Ada sistem pembagian air yang mengalir secara bertahap dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














