file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Progres Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Mena Capai 20 Persen, Konstruksi Saluran jauh lebih Baik, produktivitas pertanian meningkat

Avatar photo
file 0000000038fc720783c9ead566866a75

“Kami sudah menyampaikan kepada konsultan dan pelaksana agar dasar saluran tidak diturunkan dari konstruksi lama. Kalau bisa dinaikkan sekitar lima sampai sepuluh sentimeter akan sangat membantu. Karena di setiap titik ada bangunan terjunan sekitar 20 sentimeter, sehingga jika terus turun, di ujung jaringan perbedaannya bisa lebih dari satu meter dan air akan sulit naik ke sawah,” jelasnya.

file 00000000c57071fa91a80e23885e4917

PPK Irigasi: Distribusi Air Melalui Bangunan Bagi dan Sadap

Menanggapi hal tersebut, Yan Tampani menjelaskan bahwa posisi saluran yang terlihat lebih rendah dari lahan persawahan tidak serta merta menjadi masalah, karena sistem distribusi air pada DI Mena tidak dilakukan secara langsung dari saluran ke sawah yang berada di sampingnya.

Menurutnya, aliran air disalurkan melalui bangunan bagi dan bangunan sadap yang telah direncanakan sehingga distribusi air berlangsung secara bertahap dari hulu hingga hilir.

“Air diambil melalui pintu-pintu pembagi dan bangunan sadap. Jadi bukan berarti saluran yang melewati suatu lokasi langsung melayani sawah di sampingnya. Ada sistem pembagian air yang mengalir secara bertahap dari hulu hingga hilir,” jelasnya.

Baca Juga :  Kajati NTT Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Manikin. Zet : " Proyek Ini Sangat Vital Untuk Ketersediaan Air Baku "