“Kami targetkan pekerjaan bisa rampung dalam waktu dekat, sehingga lalu lintas dapat kembali normal sepenuhnya,” tegasnya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, PJN Wilayah 4 melalui kontraktor pelaksana, PT. Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC) mengerahkan belasan ekskavator dan beberapa wheel loader di sejumlah titik longsoran.
Pekerjaan dilakukan dari pagi hingga sore hari karena kondisi medan yang curam dan berisiko tinggi jika dikerjakan malam hari.
“Medan di kawasan ini cukup ekstrem dan membutuhkan penerangan ekstra di malam hari. Karena itu, kami lebih memprioritaskan keselamatan operator dan tenaga kerja,” jelas Wely.
Ia menambahkan, kondisi geografis Pulau Flores yang berbukit dan rawan longsor menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan jalan nasional. Beberapa titik bahkan harus dilebarkan agar material longsor tidak langsung menutupi badan jalan.
“Pelebaran ini penting supaya ketika terjadi longsor, material tidak menutup seluruh jalur. Ini adalah langkah pencegahan demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












