Sementara itu, terkait paket penanganan longsoran yang tengah berjalan, Satker P2JN NTT memastikan proses review desain telah selesai dilakukan pada empat titik longsoran di wilayah perbatasan pada tahun 2026
Review desain dilakukan karena kondisi lapangan mengalami perubahan signifikan pasca cuaca ekstrem yang melanda wilayah Malaka dan Belu awal tahun lalu.
Sejumlah titik mengalami gerusan baru dengan kedalaman lebih besar sehingga desain awal yang telah disusun sejak Mei dan difinalisasi pada Desember harus disesuaikan kembali dengan kondisi terkini.
Dalam proses review tersebut, tim teknis bahkan melakukan asistensi bersama tenaga ahli geoteknik di Bandung untuk memastikan metode penanganan yang dipilih benar-benar sesuai kondisi lapangan.
“Hasil review desain sudah selesai minggu lalu. Jadi untuk empat titik itu sudah siap kerja di lapangan dan tidak ada lagi kendala desain,” katanya
Menurutnya, review desain menjadi langkah penting agar penanganan longsoran tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ruas jalan nasional yang rawan terdampak cuaca ekstrem dan pergerakan tanah di wilayah NTT.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
