Menurut Audrian, atau yang akrab disapa Ryan, kunjungan Kepala BPJN NTT tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kondisi lapangan serta memahami situasi sosial masyarakat setempat.
Tidak hanya meninjau, Kepala Balai juga berdialog langsung dengan warga desa, yang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Dalam kunjungan ini Kepala BPJN NTT didampingi Kepala Satker P2JN, Kasatker PJN Wilayah 1 Provinsi NTT, PPK 1.2 Provinsi NTT, serta pimpinan Dinas PUPR Kabupaten Rote Ndao.
“Warga menyatakan kesiapannya membantu pembangunan jembatan dengan menghibahkan lahan di sekitar lokasi untuk pembangunan jalan penghubung antar pulau,” ungkap Ryan.
Secara teknis, rencana pembangunan jembatan gantung ini memiliki panjang bentang utama 100 meter, dan akan dilengkapi dengan jalan penghubung sepanjang 900 meter—600 meter di sisi Pulau Rote dan 300 meter di sisi Pulau Usu.
Jembatan ini akan dibangun dengan tipe konstruksi gantung simetris, dan di kedua ujungnya akan dipasang pondasi tiang pylon.
Dengan estimasi anggaran mencapai Rp11 miliar, jembatan ini akan difungsikan khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan ringan seperti ambulans, guna menunjang layanan dasar masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
