Untuk pembangunan jembatan sementara tersebut, Kementerian PU melalui BPJN NTT telah menyiapkan anggaran sekitar Rp.25 miliar.
Senada dengan itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi NTT, Paul Zakarias Hugo, menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan dimulai pertengahan 2026, setelah seluruh tahapan tender dan penandatanganan kontrak rampung.
Menurut Paul, jenis konstruksi jembatan sementara masih akan disepakati, namun beberapa opsi telah disiapkan, seperti jembatan rangka baja, Aramco atau jembatan Bailey.
Tak hanya fokus pada konstruksi fisik, pihak pelaksana juga menaruh perhatian besar pada dampak sosial di sekitar lokasi proyek.
Sejumlah langkah pendukung telah direncanakan, mulai dari pembuatan jalan alternatif, pembangunan basecamp, hingga pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas selama masa pembangunan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
