Sementara itu, pekerjaan yang masih berlangsung mencakup pengecatan rangka jembatan, perbaikan jalan pendekat, serta grouting dan patching pada elemen struktur jembatan, termasuk bagian pilar dan abutmen.

BPJN NTT juga akan melakukan penanganan sambungan siar muai atau expansion joint untuk mendukung fungsi dan ketahanan struktur jembatan.
Nur Indah menyebutkan, rehabilitasi Jembatan Wae Pesi ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Dengan target tersebut, pekerjaan diharapkan rampung sebelum akhir tahun.
Jembatan Wae Pesi Mengalami Dampak Bencana Lebih Besar
Dalam penanganan infrastruktur terdampak bencana, Jembatan Wae Pesi menjadi salah satu lokasi dengan dampak cukup besar sehingga memerlukan sejumlah pekerjaan teknis, termasuk reposisi struktur jembatan.
Selain Wae Pesi, BPJN NTT juga menangani Jembatan Wae Dampek di wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Pekerjaan di jembatan tersebut saat ini masih berlangsung, terutama pengencangan baut.
Penanganan Jembatan Wae Dampek juga mencakup peningkatan kondisi jembatan, perbaikan pasangan batu di bagian bawah jembatan, serta patching* dan grouting pada struktur beton.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














