87 Kilometer Jalan Lingkar Utara Flores Masih Tanah, Komisi V DPR RI Targetkan Rampung 2031

Reporter : Pascal Editor: Redaksi
file 00000000e26081f8b58ec4875fa9404c

Meski sebagian ruas telah beraspal, masih terdapat sejumlah segmen yang belum tersambung sepenuhnya, ruas jalan tanah, hingga jalan yang belum mendapatkan lapisan aspal.

“Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp1,079 triliun. Hingga saat ini, sebagian ruas telah beraspal, namun masih terdapat ruas jalan tanah, ruas yang belum tembus, serta sekitar 87,416 kilometer yang masih memerlukan pengaspalan,” jelas Janto.

 

Jalur Alternatif Menuju Labuan Bajo

Jalan Lingkar Utara Flores merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi.

Kehadiran jalur ini diproyeksikan menjadi penghubung strategis yang membuka akses bagi masyarakat di wilayah utara Flores sekaligus memperkuat konektivitas menuju destinasi wisata nasional di Labuan Bajo.

Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai target pada 2031, jalan tersebut diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transportasi darat di Pulau Flores, memperlancar mobilitas orang dan barang, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan investasi di Nusa Tenggara Timur.(*/Red)

Exit mobile version