Meski sebagian ruas telah beraspal, masih terdapat sejumlah segmen yang belum tersambung sepenuhnya, ruas jalan tanah, hingga jalan yang belum mendapatkan lapisan aspal.
“Total kebutuhan anggaran pembangunan fisik Jalan Lingkar Utara Flores diperkirakan mencapai Rp1,079 triliun. Hingga saat ini, sebagian ruas telah beraspal, namun masih terdapat ruas jalan tanah, ruas yang belum tembus, serta sekitar 87,416 kilometer yang masih memerlukan pengaspalan,” jelas Janto.
Jalur Alternatif Menuju Labuan Bajo
Jalan Lingkar Utara Flores merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo melalui ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi.
Kehadiran jalur ini diproyeksikan menjadi penghubung strategis yang membuka akses bagi masyarakat di wilayah utara Flores sekaligus memperkuat konektivitas menuju destinasi wisata nasional di Labuan Bajo.
Apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai target pada 2031, jalan tersebut diharapkan menjadi salah satu tulang punggung transportasi darat di Pulau Flores, memperlancar mobilitas orang dan barang, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan investasi di Nusa Tenggara Timur.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
