“Jadi, yang direhabilitasi ini adalah jaringan lama yang sudah dibangun oleh BBWS. Kita perbaiki jaringan yang bocor atau rusak supaya fungsinya kembali normal. Setelah selesai dikerjakan, kami melakukan uji tes jaringan untuk memastikan jaringan beroperasi dengan baik dan lancar,” jelas Frits.
Mengingat pentingnya program swasembada pangan ini bagi masyarakat, pihaknya menargetkan penyelesaian seluruh paket pekerjaan pada bulan Oktober 2025.
Kendati demikian, pihaknya juga menghadapi berbagai tantangan di lapangan yang dapat menghambat proses pembangunan.
Tantangan tersebut meliputi faktor cuaca, kesulitan transportasi, potensi bencana alam, serta ketersediaan bahan material yang sebagian besar harus didatangkan dari luar Pulau Flores.
Tetapi semua hambatan yang dihadapi tetap diupayakan untuk bisa teratasi sehingga target penyelesaian kegiatan dapat selesai tepat waktu.
“Kami menargetkan penyelesaian seluruh paket pekerjaan pada bulan Oktober 2025 agar manfaatnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Frits. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
