“Lereng yang cukup curam akan kita landaikan dengan kemiringan sekitar 1 banding 2. Area tersebut akan digali, dirapikan, kemudian dilakukan penanaman vegetasi untuk mengurangi potensi erosi permukaan,” ujarnya.
Di bagian kaki lereng, menurutnya, juga akan dibangun struktur bronjong sebagai penguat tambahan. Penanganan ini disebut mengacu pada pekerjaan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan dan dinilai berhasil dalam menstabilkan kondisi lereng.
Heru menambahkan, panjang area penanganan longsoran berkisar antara 70 hingga 110 meter, dengan kedalaman pekerjaan soldier pile sekitar 14 hingga 30 meter.
“Penataan lereng akan dibuat bertahap atau bertingkat agar lebih stabil,” tambahnya.
Untuk pelaksanaan proyek tersebut, pekerjaan akan dikerjakan oleh PT.Bumi Indah sebagai kontraktor pelaksana.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Bendungan I BBWS Nusa Tenggara II, Faris Setyawan, menyampaikan bahwa secara umum Bendungan Temef telah menunjukkan manfaat nyata, khususnya dalam pengendalian banjir dan penyediaan air baku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
