BBWS NT II Lanjutkan Penyempurnaan Konstruksi Bendungan Temef Tahun 2026 senilai Rp.50 miliar

file 000000006ab871fa8dc56c1ed705a0a7

Menurutnya, indikasi keberhasilan pengendalian banjir sudah terlihat saat terjadi curah hujan tinggi beberapa waktu lalu, di mana debit air di wilayah hilir tetap berada dalam kondisi normal.

“Ketika terjadi hujan besar, biasanya air di hilir cukup tinggi. Namun sekarang relatif normal, hanya naik sedikit. Itu menunjukkan fungsi pengendalian banjir dari bendungan sudah mulai bekerja,” jelas Faris.

Selain itu, masyarakat di sekitar wilayah hilir juga mulai merasakan manfaat dari ketersediaan air yang lebih stabil, khususnya bagi para petani.

Jika sebelumnya petani hanya dapat menanam satu kali dalam setahun, kini sebagian sudah mulai berani menanam di luar musim hujan karena ketersediaan air yang lebih terjaga.

Meski demikian, Faris menjelaskan bahwa sistem irigasi Bendungan Temef tidak langsung terhubung ke jaringan irigasi permanen dari bendungan, melainkan air yang dilepas tetap mengalir melalui sungai dan dimanfaatkan masyarakat secara alami.

“Air dari bendungan tetap kembali ke sungai, kemudian dimanfaatkan masyarakat di hilir untuk kebutuhan pertanian melalui saluran-saluran sederhana yang mereka buat sendiri,” jelasnya.

Exit mobile version