“Saya percaya dengan potensi yang ada, kita bisa memastikan bahwa semua produk NTT ini kalau kita hilirisasi dengan baik, pasti akan bernilai jual yang tinggi bagi masyarakat, bagi kita di NTT,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, jika program One Village One Product (OVOP) berjalan bagus, yang menghasilkan berbagai produk hilirisasi, defisit perdagangan NTT bisa ditekan.
Mendampingi Gubernur NTT pada kegiatan tersebut, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, dan para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari unsur Forkopimda, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, Ketua PHRI NTT, Juvenile Djojana, serta perwakilan berbagai UMKM di NTT.
Soft opening diakhiri dengan penyematan celemek oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Kepala Perwakilan BI dan Ketua PHRI NTT kepada empat orang perwakilan Barista dan Chef.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










