Selain aspek regulasi, pengangkutan hewan bersama penumpang juga dinilai dapat mengganggu kenyamanan penumpang selama perjalanan.
“Karena ketika pengusaha memuat (hewan), nanti yang tidak nyaman adalah penumpang,” jelasnya.
Menurut ASDP, solusi selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pimpinan untuk melihat kemungkinan penggunaan kapal khusus atau pengaturan hari maupun jadwal tertentu untuk angkutan ternak.
Karantina Kesehatan Soroti Risiko Penularan Penyakit
Sementara itu, dari aspek kesehatan, Karantina Kesehatan Kupang menilai pemisahan antara manusia dan hewan perlu dilakukan untuk mencegah potensi penularan penyakit.
Dominggus Lensa selaku
Kepala wilayah kerja karantina kesehatan pelabuhan Bolok menjelaskan, sejumlah penyakit dapat memiliki hubungan penularan antara hewan dan manusia. Karena itu, penggabungan hewan ternak dengan penumpang dalam satu ruang angkutan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan sekaligus mengganggu kenyamanan penumpang.
“Dari sisi kesehatan, kami merekomendasikan adanya pemisahan antara hewan dan penumpang,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
