Selain itu, RUPS LB juga akan membahas pemberian kewenangan kepada Plt Dirut untuk menandatangani turunan SHA, yaitu CSSR, serta wewenang melakukan negosiasi valuasi saham antara Bank Jatim dan Bank NTT.
Agenda penting lainnya adalah rotasi kepengurusan Bank NTT. Menurut Plt.Dirut Bank NTT, rotasi kepengurusan adalah hal wajar dan tidak akan menghambat kerja sama dengan Bank Jatim.
“Rotasi dalam kepengurusan adalah hal lumrah bagi perusahaan. Ini tidak akan mempengaruhi semangat kita untuk terus memperkuat eksistensi Bank NTT ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yohanis mengungkapkan bahwa kinerja Bank NTT saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan menjelang RUPS Luar Biasa.
Dibandingkan tahun 2023, Bank NTT berhasil mencatat kenaikan di berbagai aspek seperti laba, Dana Pihak Ketiga (DPK), aset, dan kredit.
Hingga saat ini, laba Bank NTT tercatat sebesar Rp 210 miliar, hampir mencapai target akhir tahun sebesar Rp 231 miliar. Bank NTT optimistis dapat mencapai target tersebut, bahkan melampauinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










