tv-beritakota.com, KUPANG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) 1 mulai mempersiapkan pelaksanaan Program Penanganan Kekeringan Tahun Anggaran 2026 dengan membangun empat titik sumur bor Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kota Kupang dan Kabupaten Malaka.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan air bagi masyarakat yang setiap tahun terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
PPK ATAB 1 BBWS Nusa Tenggara II, Daud Djami, S.ST, mengatakan saat ini tim masih melakukan survei lapangan dan pengumpulan data teknis, termasuk kondisi kelistrikan di setiap lokasi pembangunan.
“Untuk sementara teman-teman baru turun mengambil data-data teknis di lapangan, termasuk kondisi kelistrikan. DED juga masih dalam proses sehingga kami masih menunggu seluruh data pendukung sebelum pekerjaan dimulai,” ujar Daud, Rabu (22/7/2026).
Empat titik pembangunan tersebut tersebar di dua lokasi di Kota Kupang, yakni Kelurahan Naioni dan Kelurahan Bakunase, serta dua desa di Kabupaten Malaka, yaitu Desa Weoe dan Desa Umanen Lawalu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












