file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

BBWS Nusa Tenggara II Siapkan Empat Titik Sumur Bor JIAT untuk Penanganan Kekeringan di Malaka dan Kota Kupang

Avatar photo
Reporter : Tomi Tangkur Editor: Redaksi
file 00000000a6e0820b8dfb0e28de005b0c

Total Anggaran Rp6,4 Miliar

Daud menjelaskan setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1,6 miliar, sehingga total kebutuhan anggaran untuk empat titik mencapai sekitar Rp6,4 miliar.

Anggaran tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk pekerjaan fisik karena juga mencakup biaya pendukung seperti perjalanan dinas, administrasi, sewa peralatan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

“Dari Rp1,6 miliar per titik, nilai pekerjaan fisiknya diperkirakan sekitar Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar,” jelasnya.

PPK ATAB 1 BBWS Nusa Tenggara II Daud Djami,S.ST menjelaskan pembangunan empat sumur bor JIAT untuk program penanganan kekeringan di Kota Kupang dan Kabupaten Malaka.

Dilengkapi Panel Surya dan Sistem Hybrid

Daud menegaskan pembangunan yang dilakukan bukan sekadar pengeboran sumur air tanah.

Setiap lokasi akan dibangun sebagai satu sistem penyediaan air bersih yang lengkap, meliputi: Sumur bor JIAT; Rumah pompa; Pagar pengaman; Instalasi pompa; Jaringan perpipaan;

Apabila tersedia jaringan listrik PLN, sistem akan menggunakan hybrid, yakni mengombinasikan listrik PLN dengan energi surya. Meski demikian, panel surya tetap menjadi sumber energi utama agar operasional lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Kurang dari 72 jam, Jalan Darurat yang dikerjakan BPJN NTT akhirnya dibuka untuk transportasi umum