Total Anggaran Rp6,4 Miliar
Daud menjelaskan setiap lokasi memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1,6 miliar, sehingga total kebutuhan anggaran untuk empat titik mencapai sekitar Rp6,4 miliar.
Anggaran tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk pekerjaan fisik karena juga mencakup biaya pendukung seperti perjalanan dinas, administrasi, sewa peralatan, hingga kebutuhan operasional lainnya.
“Dari Rp1,6 miliar per titik, nilai pekerjaan fisiknya diperkirakan sekitar Rp1,2 miliar sampai Rp1,3 miliar,” jelasnya.
Dilengkapi Panel Surya dan Sistem Hybrid
Daud menegaskan pembangunan yang dilakukan bukan sekadar pengeboran sumur air tanah.
Setiap lokasi akan dibangun sebagai satu sistem penyediaan air bersih yang lengkap, meliputi: Sumur bor JIAT; Rumah pompa; Pagar pengaman; Instalasi pompa; Jaringan perpipaan;
Apabila tersedia jaringan listrik PLN, sistem akan menggunakan hybrid, yakni mengombinasikan listrik PLN dengan energi surya. Meski demikian, panel surya tetap menjadi sumber energi utama agar operasional lebih efisien dan berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












