tv-beritakota.com, KUPANG — Keberadaan hanggar atau workshop alat berat di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga, mengamankan, sekaligus memastikan optimalisasi aset negara bernilai miliaran rupiah yang digunakan dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di NTT.
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T.,M.T menegaskan bahwa alat-alat berat milik Kementerian Pekerjaan Umum merupakan aset strategis yang dibeli menggunakan uang rakyat sehingga wajib dirawat dan diawasi secara ketat.
“Semua alat itu dibeli menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat. Satu ekskavator saja nilainya bisa mencapai belasan miliar rupiah. Karena itu alat-alat tersebut harus dijaga, dirawat, dan dikelola dengan baik,” ujar Nahason dalam wawancara, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air memiliki berbagai peralatan berat seperti ekskavator, bulldozer, drilling rig, dump truck hingga armada pendukung lainnya yang berfungsi menunjang pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur sumber daya air.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












