Meski demikian, proyek tersebut kini terus dipercepat dan progres pembangunannya disebut telah mencapai sekitar 65 persen.
“Saya instruksikan akhir Juli harus selesai karena Agustus akan dipakai untuk kegiatan upacara Kementerian PU,” ujarnya.
Nilai pembangunan hanggar tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta.
Selain di Kupang, BBWS Nusa Tenggara II juga berencana membangun fasilitas serupa di wilayah Flores dan Sumba guna mendukung pemeliharaan alat berat di daerah kepulauan.
Nahason menegaskan, pemeliharaan menjadi faktor utama dalam menjaga usia pakai alat berat.
Ia mengibaratkan alat berat seperti kendaraan yang membutuhkan perawatan rutin dan pencatatan jam kerja secara disiplin.
“Kalau pemeliharaannya bagus, umur alat pasti lebih panjang. Sama seperti manusia, kalau rajin dirawat dan dijaga, tentu lebih awet,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa alat yang biaya operasional dan perbaikannya lebih tinggi dibanding pengadaan baru sebaiknya dihapus sesuai ketentuan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












