file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Kenaikan BBM dan Harga Aspal Jadi Tantangan Preservasi Jalan Nasional. PT.ANK: kenaikan BBM sangat berdampak

Avatar photo
file 0000000007e471faaa9c5e72b99fb626

tv-beritakota.com, LABUAN BAJO — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material aspal mulai dirasakan dalam pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional. Salah satunya ruas Labuan Bajo–Malawatar–Ruteng Tahun Anggaran 2026.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional pekerjaan jalan yang saat ini tengah dikerjakan oleh PT Anugerah Nuansa Kasih (ANK) sebagai pelaksana proyek.

Meski demikian, pekerjaan preservasi dengan nilai kontrak sekitar Rp17,8 miliar itu dipastikan tetap berjalan untuk menjaga kemantapan ruas jalan nasional di wilayah Manggarai Barat dan sekitarnya.

IMG 20260510 222532

General Superintendent (GS) PT ANK, Agung Parayuda mengatakan, kenaikan BBM menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi biaya pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Kenaikan harga BBM jelas berdampak karena hampir 90 persen pekerjaan jalan bergantung pada penggunaan alat berat dan operasional kendaraan,” ujar Agung, Jumat, 8/5/2026, di Kantor BPJN NTT

Menurutnya, lonjakan harga BBM ikut memicu kenaikan biaya distribusi material, operasional alat berat, hingga harga sejumlah bahan konstruksi, termasuk aspal.

Baca Juga :  Progres Preservasi Jalan Henes–Motamasin Capai 50,38 Persen, Penanganan Longsoran di KM 19 jadi prioritas