“Ketersediaan stok masih aman. Setelah pekerjaan rutin berjalan, kami akan hitung kembali kebutuhan dan melakukan order tambahan,” katanya.

Sementara itu, PPK 3.2 Provinsi NTT, Parsaoran Samosir,S.T, menegaskan, preservasi jalan tetap menjadi prioritas BPJN NTT untuk menjaga konektivitas dan keselamatan pengguna jalan di kawasan Flores Barat.
Paket preservasi tersebut meliputi rehabilitasi minor jalan, overlay satu lapis aspal, pemeliharaan rutin, hingga rehabilitasi Jembatan Wailong dengan total penanganan mencapai sekitar 135 kilometer.
Menurut Parsaoran, pekerjaan preservasi harus tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada tantangan kenaikan biaya operasional dan faktor cuaca.
“Yang paling penting adalah menjaga kondisi jalan tetap mantap agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu,” ujarnya.
Ia menambahkan, progres pekerjaan saat ini masih berada di atas target dengan realisasi fisik sekitar 21 persen atau surplus sekitar tujuh persen dari rencana.
Kondisi tersebut menunjukkan pelaksanaan preservasi masih berjalan positif di tengah tantangan kenaikan harga BBM, material konstruksi, dan ancaman cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Flores Barat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












