Transformasi ini dijabarkan melalui tujuh pilar, meliputi pemberdayaan komunitas, pemerataan infrastruktur, layanan kesehatan berkualitas, pendidikan unggul, ekonomi berkelanjutan, reformasi birokrasi, dan kolaborasi lintas sektor, termasuk diaspora NTT.
Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Gereja, yang memiliki tujuan sama: menghadirkan kehidupan bermartabat bagi seluruh warga.
Melalui kerja sama di bidang pemberdayaan ekonomi berbasis iman, pendidikan, kesehatan, dan advokasi kebijakan inklusif, Gubernur mengajak semua pihak untuk berjalan bersama menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya melihat kerja sama antara pemerintah dan Gereja selama ini masih sangat kurang. Padahal, sinergi kita sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat NTT yang lebih sejahtera.”katanya.
‘ Ini harus kita tingkatkan secara nyata, bukan hanya sekadar wacana, agar program-program pembangunan dan pelayanan masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” tambahnya.
Gubernur NTT mendorong agar Gereja juga terlibat dalam menghidupkan ekonomi rakyat dengan program One Community One Product.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












