Dalam aksi tersebut, peserta menyusuri kawasan pesisir Pantai Pasir Panjang sambil memungut sampah yang berserakan di area pantai. Sampah yang terkumpul tidak ditimbang secara khusus karena seluruh hasil pembersihan langsung dimasukkan ke dalam bak sampah portabel yang telah disediakan di lokasi.
Meski jumlah sampah tidak dihitung dalam satuan kilogram, volume sampah yang berhasil dikumpulkan menunjukkan bahwa persoalan kebersihan kawasan pesisir masih membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.
Bagi Kemenag NTT, aksi tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat. Pesan yang ingin dibangun adalah bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai keagamaan dan kehidupan sosial.
Menjaga kebersihan pantai, mengurangi penggunaan dan pembuangan sampah sembarangan, serta membangun kebiasaan menjaga lingkungan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














