Ia menambahkan, sebelumnya layanan penyeberangan terkendala akibat kerusakan armada KMP Pulau Sabu.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan ASDP guna menghadirkan kapal pengganti, yakni KMP Cakalang, yang kini melayani rute Kupang–Naikliu dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.
Selain itu, BPTD NTT juga tengah menjajaki kerja sama dengan Perum Damri untuk mendukung konektivitas lanjutan dari pelabuhan menuju pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan perjalanan.
Robert Tail juga menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan pemerintah, termasuk infrastruktur dermaga yang dinilai sudah sangat memadai.
Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan layanan perintis sangat bergantung pada tingkat pemanfaatan oleh masyarakat.
“Program ini bersifat nasional dan berkelanjutan. Namun jika tidak dimanfaatkan secara maksimal, bukan tidak mungkin akan dialihkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
