“Masyarakat akan terlibat dalam pekerjaan nanti. Mereka bisa merakit bronjong sendiri dan memasangnya bersama-sama,” ujarnya.
Ia menilai, respons BBWS NT II terhadap persoalan di Linamnutu selama ini cukup baik. Namun, pelaksanaan pekerjaan sebelumnya terkendala dinamika anggaran pemerintah.
“Balai responsif. Hanya saja beberapa waktu lalu ada efisiensi anggaran, sehingga anggaran naik turun. Tetapi puji Tuhan, hari ini saya sebagai Sekretaris Desa mendengar langsung kepastian penanganannya,” kata Yesaya.
Ia berharap pekerjaan tersebut benar-benar dapat segera dimulai sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi.
“Ini untuk memproteksi masyarakat dan area pertanian,” tegasnya.
Dengan rencana pekerjaan bronjong sepanjang sekitar 400 meter dan anggaran sekitar Rp3,5 miliar, Satker OP BBWS NT II memastikan penanganan dilakukan secepat mungkin melalui pola swakelola.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan fungsi tanggul, menjaga akses jalan desa, sekaligus melindungi kawasan pertanian masyarakat Linamnutu dari ancaman penggerusan saat musim hujan.(Pas)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
