Untuk pekerjaan tersebut, anggaran yang tersedia sekitar Rp3,5 miliar.
Nahason mengakui, nilai tersebut kemungkinan belum sepenuhnya mencukupi apabila melihat panjang dan kondisi kerusakan di lapangan. Namun, pihaknya akan menyesuaikan penanganan dengan anggaran yang tersedia.
“Rp3,5 miliar. Tapi kelihatannya memang kurang karena panjangnya seperti ini. Namun mau bagaimana lagi, kita sesuaikan,” jelasnya.
Dikerjakan Secara Swakelola
Untuk mempercepat penanganan, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan secara swakelola, bukan melalui kontrak pekerjaan baru.
Menurut Nahason, keputusan tersebut diambil karena waktu yang tersedia semakin terbatas, sementara musim hujan sudah semakin dekat.
“Ini kita kerjakan secara swakelola. Kalau kontraktual, proses lelang akan memakan waktu. Sementara masyarakat membutuhkan penanganan segera karena musim hujan sudah dekat,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena peningkatan debit air saat musim hujan berpotensi memperparah penggerusan dan kerusakan tanggul.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
