Sementara itu, tim penjinak bom (Jibom) diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi ibadah dan titik kumpul massa.
Selain pengamanan fisik, aparat juga mengedepankan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gangguan. Rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan, seiring meningkatnya jumlah peziarah yang memadati Kota Larantuka.
Keterlibatan organisasi kepemudaan lintas agama dalam pengamanan menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi dan persaudaraan di Flores Timur.
Sinergi ini memperkuat bahwa Semana Santa bukan hanya milik umat Katolik, tetapi telah menjadi identitas bersama masyarakat setempat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan peziarah untuk mematuhi arahan petugas, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas dan kapasitas kapal saat prosesi laut. Keselamatan adalah prioritas utama,” tambahnya.
Dengan kekuatan personel yang solid, pendekatan humanis, serta kolaborasi lintas sektor, Polda NTT berharap seluruh rangkaian Semana Santa 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh makna.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
