Sejumlah titik vital yang menjadi fokus pengamanan di antaranya Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, jalur prosesi darat, dermaga penyeberangan, serta bandara dan pelabuhan.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan tidak semata soal pengawasan, tetapi juga bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Polda NTT hadir bukan untuk membatasi, melainkan memastikan setiap tetes doa dan setiap langkah peziarah berjalan dengan damai. Ini adalah wujud pengabdian kami dalam menjaga tradisi luhur sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Pengamanan difokuskan pada seluruh rangkaian ritual penting, seperti Tikam Turo, Rabu Trewa, hingga puncak Prosesi Jumat Agung dan Prosesi Laut yang menjadi magnet utama bagi peziarah dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Untuk menjamin keamanan maksimal, sejumlah satuan khusus turut dilibatkan.
Personel Ditpolairud Polda NTT disiagakan di wilayah perairan guna mengawal prosesi laut dan memastikan setiap armada penyeberangan memenuhi standar keselamatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












