Menurut Pratikno, ada beberapa hal yang dibahas yaitu permasalahan lahan, pembangunan hunian tetap (huntap), penyelesaian akses jalan ke huntap dan pembangunan infrastruktur lain di Adorana selain pembangunan rumah yang menjadi korban dari konflik sosial di Adonara.
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena mendapatkan perhatian luar biasa dan dari hasil rapat tadi, didapatkan kepastian bahwa langkah-langkah percepatan penanganan keadaan kami di Flores Timur dapat bisa dilakukan dengan baik.
“Kita sudah sepakat dalam rapat tadi bahwa kick-off pembangunan hunian tetap di Noboleto akan segera dilakukan dan persoalan akses jalan masuk yang masih menjadi kendala tadi sudah ada titik terang, dan mudah-mudahan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat,” ungkap Antonius.
Sebelumnya, bertempat di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Selasa (18/3/2025) lalu saat audiensi bersama Gubernur NTT, dan juga para Kepala Daerah se-NTT, Menteri PKP, Maruarar Sirait juga menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan rumah bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
