tv-beritakota.com, KUPANG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Fransiskus Kariyanto,S.Ag., M.Si menyampaikan bahwa program Masjid Ramah Pemudik tahun 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.
Secara nasional, program ini mencakup sekitar 6.400 masjid. Khusus di NTT, telah disiapkan 21 titik masjid ramah pemudik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.
“Program ini ingin menunjukkan bahwa masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, diskusi, hingga pemberdayaan masyarakat, termasuk isu ekologi dan ekonomi,” ujar Fransiskus dalam wawancara, belum lama ini di Kupang.
Ia menegaskan, progam ini tidak hanya terbatas pada masjid, tetapi juga melibatkan rumah ibadah lintas agama.
Kementerian Agama mendorong partisipasi gereja, pura, dan vihara dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.
“Di beberapa daerah seperti di Jawa dan Sumatera, gereja Katolik, gereja Kristen, hingga tempat ibadah agama lain juga ikut berpartisipasi, misalnya dengan menyediakan takjil dan tempat istirahat bagi pemudik. Ini menunjukkan semangat kebersamaan lintas agama,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












