“Kadang-kadang masyarakat tidak sampai tahu bahwa insan perhubungan sangat berdedikasi. Karena itu transportasi jangan dipandang semata-mata sebagai urusan kendaraan dan infrastruktur. Keselamatan harus menjadi faktor utama,” katanya.
Dalam Harhubnas 2026, konektivitas antara pusat kegiatan dan sentra-sentra produksi juga menjadi salah satu perhatian penting.
Simon menyebut, pemerintah mendorong konektivitas antarmoda yang menghubungkan permukiman, sentra produksi serta berbagai wilayah melalui transportasi darat, laut, udara dan kereta api.
Selain itu, layanan transportasi keperintisan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3TP) juga harus terus diperkuat.
“Dengan layanan keperintisan, masyarakat di wilayah 3TP, terpencil, terluar dan terdepan bisa merasakan layanan transportasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi antarmoda juga diperlukan agar masyarakat memperoleh perjalanan dari pintu ke pintu yang lebih mudah dan terintegrasi.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membuat sistem pengawasan transportasi semakin transparan dan efektif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.














