Menteri Wihaji juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial yang kini marak terjadi, seperti perundungan (bullying), tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, tidak lepas dari melemahnya fungsi keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter anak.
Karena itu, tema Harganas 2026 “Ayah Wajib Hadir” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata yang mendorong semakin banyak ayah terlibat aktif dalam pengasuhan.
Kehadiran ayah, menurutnya, merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Upacara Hari Keluarga Nasional tingkat Provinsi NTT dihadiri juga oleh Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekda, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Kepala Perwakilan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Provinsi NTT dr. Mauliwaty Bulo serta jajaran ASN lingkup Pemprov NTT dan BKKBN Provinsi NTT.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











