Sementara itu, Engkus Kusdinar bersama Soleman Bolla saat itu juga membawa seorang tahanan bernama Pangloli’. Tahanan ini dikenang sebagai sosok yang berjiwa mulia karena membantu menyelamatkan banyak penumpang dengan membagikan pelampung di tengah kepanikan.
Tragedi ini menjadi pengingat akan beratnya tugas seorang jaksa dalam menegakkan hukum, bahkan di daerah terluar Indonesia. Doa bersama yang digelar hari ini bukan hanya bentuk penghormatan bagi mereka yang gugur, tetapi juga pengingat bagi generasi penerus Adhyaksa akan pentingnya dedikasi, keberanian, dan semangat pengabdian.
Semoga arwah para almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan pengabdian mereka senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh insan Adhyaksa.(*/TM)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












