Oprit Jembatan Oelamasi 1 ambruk, BPJN NTT siapkan Jalur Darurat dengan Sistem Drainase RCP

IMG 20260326 WA0021

“Sebagai langkah awal, BPJN NTT merancang pembangunan jalur darurat (detour) di sekitar titik kerusakan. Jalur ini akan difungsikan sementara untuk menjaga arus lalu lintas tetap berjalan, khususnya bagi kendaraan logistik dan mobilitas warga” kata Janto.

Secara teknis, detour tersebut akan dibangun menggunakan sistem Reinforced Concrete Pipe (RCP) atau pipa beton bertulang.

PPK Perencanaan Satker P2JN NTT, Yosephine Lili Shintike, S.T., M.T menjelaskan bahwa desain sementara mencakup pemasangan 4 buah unit pipa RCP berdiameter sekitar 1,5 meter dengan panjang masing-masing kurang lebih 12 meter, serta box culvert diameter 2 meter 1 unit dengan panjang 12 meter.

“Fungsi RCP ini bukan hanya sebagai struktur penopang jalur darurat, tetapi juga untuk memastikan aliran air tetap berjalan di bawah badan jalan, sehingga tidak menimbulkan genangan atau tekanan tambahan yang bisa merusak konstruksi,” jelasnya.

Untuk perencanaan awal , Lebar jalur detour diperkirakan sekitar 12 meter, sehingga dapat menjaga keselamatan pengguna jalan.

Exit mobile version