“Sebagai langkah awal, BPJN NTT merancang pembangunan jalur darurat (detour) di sekitar titik kerusakan. Jalur ini akan difungsikan sementara untuk menjaga arus lalu lintas tetap berjalan, khususnya bagi kendaraan logistik dan mobilitas warga” kata Janto.
Secara teknis, detour tersebut akan dibangun menggunakan sistem Reinforced Concrete Pipe (RCP) atau pipa beton bertulang.
PPK Perencanaan Satker P2JN NTT, Yosephine Lili Shintike, S.T., M.T menjelaskan bahwa desain sementara mencakup pemasangan 4 buah unit pipa RCP berdiameter sekitar 1,5 meter dengan panjang masing-masing kurang lebih 12 meter, serta box culvert diameter 2 meter 1 unit dengan panjang 12 meter.
“Fungsi RCP ini bukan hanya sebagai struktur penopang jalur darurat, tetapi juga untuk memastikan aliran air tetap berjalan di bawah badan jalan, sehingga tidak menimbulkan genangan atau tekanan tambahan yang bisa merusak konstruksi,” jelasnya.
Untuk perencanaan awal , Lebar jalur detour diperkirakan sekitar 12 meter, sehingga dapat menjaga keselamatan pengguna jalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
