Selain korban jiwa, dampak longsor juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka.
Dua dusun di Desa Goreng Meni terpaksa mengungsi, yakni Dusun Sosor Alo sebanyak 90 Kepala Keluarga dan Dusun Buru Pote sebanyak 137 Kepala Keluarga, demi menghindari longsor susulan.
Menanggapi bencana tersebut, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH, M.Hum, menyampaikan rasa duka mendalam dan mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Bencana yang terjadi di Goreng Meni merupakan duka bagi seluruh masyarakat Manggarai Timur. Saya meminta keluarga korban untuk tetap tabah dan tidak putus asa. Bersama-sama kita akan melakukan segala upaya untuk menemukan korban yang masih tertimbun,” ujar Bupati Agas.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama pada malam hari, serta menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi lingkungan dirasa membahayakan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












