Posisi kapal saat ditemukan bergeser sekitar 1,15 mil laut dari titik awal kerusakan mesin—menunjukkan kuatnya arus yang menyeret kapal tanpa kendali.
“Seluruh kru berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Tim langsung melakukan evakuasi dan membawa mereka ke KN SAR Puntadewa 250 untuk selanjutnya dievakuasi ke Pulau Pemana,” jelas Fathur.
Setibanya di Pulau Pemana, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan keselamatan para kru.
Aparat desa pun sigap memberikan tempat tinggal sementara bagi keempat korban sambil menunggu perbaikan kapal sebelum melanjutkan pelayaran ke tujuan akhir.
Operasi penyelamatan ini berakhir pada pukul 19.30 Wita, saat Tim SAR Gabungan tiba kembali di Pelabuhan Wuring, Maumere.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum berlayar, terutama pada rute-rute panjang yang rawan terhadap perubahan kondisi cuaca dan arus laut.(*/Fee)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
