Pemandu Lokal Tak Bersertifikat
Persoalan lain yang terungkap adalah lemahnya sistem pendampingan wisatawan. Polisi menemukan bahwa tidak ada pramuwisata resmi dan bersertifikat yang mendampingi korban saat trekking menuju lokasi air terjun.
Pemandu lokal yang ada disebut hanya bekerja secara informal tanpa pelatihan keselamatan wisata yang memadai.
Padahal, kawasan Cunca Wulang memiliki jalur trekking berbatu dan licin yang cukup berisiko, terutama saat cuaca buruk.
Sebelum insiden terjadi, pemandu lokal sebenarnya telah mengingatkan korban mengenai kondisi jalur yang licin akibat hujan. Namun, peringatan tersebut tidak cukup mengantisipasi kondisi jembatan yang ternyata sudah kritis.
Situasi ini memperlihatkan lemahnya standardisasi wisata petualangan di kawasan yang menjadi bagian dari wajah pariwisata super prioritas nasional.
Polisi Bidik Tanggung Jawab Birokrasi
Langkah Polres Manggarai Barat kini bergerak lebih jauh. Tidak hanya memeriksa petugas lapangan, penyidik juga menjadwalkan pemanggilan sejumlah instansi pemerintah daerah yang memiliki kewenangan atas pengelolaan dan pengawasan wisata Cunca Wulang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
