Mama Merry, salah seorang perwakilan warga Desa Lungar, menyampaikan keluhan dan aspirasi masyarakat dalam dialog yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi Lungar.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran proyek Geotermal ini dinilai tidak memberikan keuntungan bagi warga dan bahkan berpotensi merusak tatanan adat dan budaya masyarakat Poco Leok.
Menanggapi keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Desa Lungar, Gubernur Melki menyatakan bahwa akan dilakukan dialog lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan proyek Geotermal ini.
Gubernur juga mengajak agar relasi persaudaraan di Poco Leok yang renggang selama ini kembali direkatkan sehingga tidak menimbulkan konflik di masyarakat.
“Geotermal itu tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum barang ini ada, kita adalah satu keluarga besar,” jelas Melki.
Kepada masyarakat Desa Lungar yang hadir, Gubernur menegaskan komitmen dan niat baik Pemerintah Provinsi NTT adalah untuk membangun wilayah ini tanpa harus mengorbankan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
