tv-beritakota.com (Kupang, NTT )- Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Johanis Asadoma, memberikan tanggapan tegas terkait maraknya pungutan di sekolah-sekolah SMA/SMK dan Madrasah di seluruh Provinsi NTT.
Isu ini mencuat setelah beredarnya informasi mengenai pungutan di SMA Negeri 5 Kota Kupang sebesar Rp2,2 juta per siswa, serta laporan yang disampaikan oleh Ombudsman NTT.
“Jika memang harus ada pungutan, jangan disamaratakan. Perhatikan latar belakang orang tua siswa. Lihat kondisi ekonomi orang tua siswa. Kita harus lebih berempati kepada siswa-siswa kita,” tegas Wagub Asadoma.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan penting bersama para Kepala SMAN/SMKN se-Kota Kupang yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur pada Rabu, 2 Juli 2025.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, beserta jajarannya, serta Asisten Sekda dan para Staf Ahli Gubernur.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Asadoma meminta klarifikasi langsung dari Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo, terkait pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap para siswa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












