Menurutnya, riset yang dilakukan harus benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia menekankan agar hasil penelitian tidak sekadar menjadi dokumen akademik, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.
“Jangan sampai hanya berhenti di rak perpustakaan. Penelitian ini harus mewujud nyata dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi warga,” tambahnya.
Wali Kota juga membuka ruang kolaborasi lanjutan dengan Undana.
Ia memberi kesempatan kepada seluruh perangkat daerah untuk mengusulkan sektor-sektor prioritas yang membutuhkan kajian ilmiah, sehingga riset yang dilakukan benar-benar selaras dengan kebutuhan pembangunan Kota Kupang.
Sementara itu, Rektor Undana menegaskan bahwa dukungan riset berdampak merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Konsep “kampus berdampak”, menurutnya, harus terasa sejak tahap perencanaan hingga implementasi kebijakan.
“Kami akan melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menentukan aspek mana yang menjadi prioritas tahun ini. Fokusnya bisa pada pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, maupun reformasi birokrasi,” jelas Rektor Jefry.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












