file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Perjuangan yang Berakhir: Kisah Gregoriana, Guru PPPK NTT yang Gugur Melawan Kanker

Avatar photo
IMG 20250723 WA0010

Yosal, suami almarhum, mengenang mendiang sebagai sosok yang kuat dan penuh semangat. Ia menjelaskan bahwa Gregoriana memang memiliki riwayat penyakit kanker, dan kedatangannya ke Kupang adalah untuk berobat sembari melengkapi berkas PPPK.

Direktur Rumah Sakit Prof. Dr. WZ Yohanes Kupang, dr. Stefanus Dhe Soka, memberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan almarhumah selama perawatan.

“Saat kontrol di RSUD Yohanes, pasien sudah dalam kondisi lemah akibat gangguan elektrolit dan masalah keganasan atau kanker yang sudah menyebar,” jelas dr. Stefanus.

“Beliau diopname pada tanggal 3 Juli untuk memperbaiki kondisi yang lemah. Pada tanggal 15 Juli, sempat menjalani kemoterapi setelah kondisi memungkinkan, namun akhirnya pasien meninggal pada tanggal 21 Juli,” tambahnya.

Opin, rekan sejawatnya yang juga mengikuti proses pemberkasan PPPK di Kupang, juga memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan almarhumah meninggal dunia karena kelelahan mengantre untuk pengambilan formulir pemberkasan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT adalah tidak benar.

Baca Juga :  Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran, UCB terima Visitasi Kemdiktisaintek