Lebih lanjut, Prof. Apris menjelaskan bahwa FKM Undana berhasil memenuhi sejumlah indikator utama, yang menjadi kunci keberhasilan FKM meraih penghargaan. Pertama, terkait kegiatan dosen di luar kampus, FKM telah melampaui target yang ditetapkan, mencapai lebih dari 100 persen.
Kedua, FKM berhasil menjalin dan mempertahankan kerjasama yang signifikan dengan berbagai pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) di NTT dan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Kerjasama-kerjasama ini bahkan diperpanjang hingga tahun 2025, yang menunjukkan kepercayaan dan reputasi FKM yang solid.
Ketiga, indikator pendapatan non-akademik juga menunjukkan hasil yang mengesankan. Pendapatan yang diperoleh FKM dari berbagai kerjasama tersebut mencapai angka Rp 1,7 miliar.
‘Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan FKM dalam mengelola kerjasama dan menghasilkan pendapatan di luar kegiatan akademik inti” ungkap Prof.Apris dalam wawancara diruang kerjanya, Senin, (3/2/2025)
” Memang prosentase nilainya masih kecil tapi kalau dibandingkan dengan fakultas lain di Undana, FKM lebih baik. Semua capaian ini tentunya semakin memperkuat posisi FKM Undana sebagai fakultas unggulan di bidang kesehatan masyarakat” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












