IKLAN

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Maraknya Ilegal Fishing di Perairan NTT, Polda NTT siap gelar operasi 

Avatar photo
IMG 20251007 WA0010

Kapolda NTT menekankan bahwa kondisi geografis perairan NTT yang luas dan terbuka membuat daerah ini rawan terhadap praktik illegal fishing maupun aktivitas lintas batas lainnya, seperti penyelundupan barang bersubsidi, bahan bakar, dan imigran gelap.

Selain menindak pelaku pelanggaran hukum di laut, operasi ini juga diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat nelayan untuk tidak lagi menggunakan alat tangkap yang dilarang seperti bahan peledak, potasium, atau trawl, yang merusak ekosistem laut.

Advertisement
Ingin Punya Website?  Klik Disini!!!

Dalam kurun waktu 2023 hingga 2024, Polda NTT telah menangani 57 kasus kejahatan perairan, terdiri dari 10 kasus penyalahgunaan bahan peledak, 19 kasus perikanan, 17 kasus migas, dan 4 kasus pelayaran.

IMG 20251007 WA0009

“Kita ingin semua personel memahami teknik pengumpulan informasi, patroli laut, serta simulasi penghadangan dan penangkapan kapal dengan tepat dan aman. Latihan ini harus menjadi bekal nyata di lapangan,” ujar Kapolda dalam amanatnya yang dibacakan Karoops.

Latpraops “Illegal Fishing Turangga 2025” akan berlangsung selama 10 hari, melibatkan personel dari berbagai satuan fungsi seperti Ditpolairud, Ditreskrimsus, dan unsur pendukung lainnya.

Baca Juga :  PPK OP SDA II NUSA TENGGARA II, YUNUS DJOBO, ST.,M.Si - Selamat Hari Bakti PU Ke-80