“Ina Kasih dan vaksin HPV adalah dua investasi besar bagi masa depan. Kita melindungi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, masyarakat, dan masa depan Kota Kasih,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, menjelaskan bahwa vaksin HPV adalah metode pencegahan paling efektif terhadap kanker serviks sebagaimana direkomendasikan WHO. Sejak 2024, Pemkot Kupang telah memulai deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan IVA.
Dari 656 perempuan yang menjalani skrining, 628 dinyatakan negatif dan kini menjadi sasaran utama vaksinasi.
Pada tahap awal launching, 50 perempuan menerima vaksin pertama secara simbolis dari total 150 sasaran perempuan usia 15–69 tahun. Pemberian tiga dosis vaksin akan berlangsung hingga 2025.
Dukungan datang dari berbagai tenaga kesehatan, salah satunya dr. Erma Rantela’bi, Sp.OG dari POGI NTT, yang menyebut program ini sebagai langkah progresif.
“Ini langkah maju demi kesejahteraan perempuan Kota Kupang. Program ini menyelamatkan lebih banyak perempuan dari risiko kanker serviks. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Kupang,” ujarnya.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
