Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa dirinya, Wali Kota Kupang, dan Bupati Kupang memiliki satu kesepahaman: pembangunan monumen ini harus dilanjutkan dan diselesaikan.
“Monumen Flobamora Rumah Pancasila adalah simbol kebanggaan NTT. Dari daerah ini, nilai-nilai Pancasila ingin kita gaungkan ke seluruh Nusantara, karena NTT memiliki keterkaitan sejarah dengan lahirnya gagasan Pancasila,” jelasnya.
Ia mengakui, pembangunan monumen sempat terhenti dan belum difungsikan secara optimal.
Karena itu, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan arah pembangunan ke depan lebih jelas dan terukur.
Ke depan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang menjadi destinasi wisata sejarah dan ideologi Pancasila yang dikelola bersama oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Kabupaten Kupang, serta terbuka bagi seluruh masyarakat.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas hibah lahan dari keluarga Bapak Theo Widodo, yang dinilainya sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan cinta terhadap daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












